terjemahan

RSS

mengenang nia ^^


ada sebuah cerita, dimana kisah ini adalah pengalaman pribadi dari teman saya, dan saya sangat terinspirasi dari kisah ini, disini saya akan menceritakan tentang kisah teman saya ini, dan mudah mudahan cerita ini juga bermanfaat untuk teman teman.

teman saya bernama nia, dia anak pertama dari 2 bersaudara, kehidupannya sederhana tetapi saya tertarik melihat sosok nia yang mandiri. ibu nya membuka salon dirumah, dan ayah nya bekerja diperusahaan milik orang lain. sewaktu nia duduk di sekolah menengah pertama, nia kenalan dengan cowok namanya mega, dari situ nia mulai menjalin hubungan "pacaran cinta monyet" ketika kelas 3 smp nia mengajak mega untuk melanjutkan ke sekolah SMAN 7 Tangerang, pada saat tes mega nggak keterima akhirnya mega masuk SMA YUPPENTEK 1 yang letaknya bersebelahan. hubungan nia dengan mega semakin hari semakin dekat, meskipun hubungan mereka sempet ga disukai oleh ibu nia tetapi nia tetap menjalin sama mega. disela sela waktu tanpa ada yang tahu nia dan mega pergi kekawasan rajeg tangerang, disitu nia berniat membeli rumah yang kelak ketika mereka setelah sama² lulus kuliah, mereka akan menikah dan menempati rumah itu. setiap bulan nia dan mega membayar cicilan rumah mereka dengan menyisihkan uang jajan. ketika nia duduk dikelas 2 SMA ayah nia jatuh sakit dan meninggal, dari situ kehidupan nia mulai berubah dan tumbuhlah nia yang mandiri.

setelah lulus SMA nia tidak melanjutkan kuliah dulu, nia mengikuti pendidikan di Garuda Indonesia Training Center dengan harapan bisa langsung cepat mendapatkan pekerjaan. setaip pulang pendidikan teman nia selalu berkumpul tapi nia ga pernah mau ikut karena nia harus ketempat dimana ia membeli rumah, dan saat itu rumah nia juga sedang diperbaiki.

6 bulan nia pendidikan nia langsung mendapat pekerjaan di Garuda, dan dia juga menjadi leader diunit saya. setelah cicilan rumah selesai, nia berniat melanjutkan pendidikannya diperguruan tinngi terbuka didaerah pasar minggu, nia sangat menginginkan profesi menjadi guru, dan orang tua mega juga menyarankan nia untuk mengambil jurusan guru. nia kuliah setiap hari sabtu dan minggu dan setiap kuliah nia tidak pernah berangkat sendiri, nia selalu diantar oleh mega.

dikantor sebelum menjadi leader nia sangat bersahabat dengan kami, setiap kami berkumpul nia selalu ingat tetapi sosok nia yang setia masih tetap ada, pada saat kantor kami mengadakan family gathering nia tidak mau ikut, karena dalam hati nia kalaupin nia pergia nia hanya ingin dengan mega. nia mempunyai sakit rematik, terkadang disaat kakinya sedang kambuh, kita sebagai temannya membantu memijat kakinya, kebersamaan dikantor kami sangat terasa hangat.

nia menjabat sebagai leader, awal mula kami masih sama masih saling akrab, kami tidak pernah tau kalau pekerjaan nia sangat menekan diri nia, disisi lain awalnya yang kami tahu nia tidak tinggal dirumah, nia mulai kost yang letaknya tidak jauh dari rumah mega. kami semua hanya bertanya tetapi tidak pernah tau, dari situ nia sudah mulai berubah, nia mulai mempunyai aturan ditempat kami bekerja, terkadang juga nia menjadi sensitif. nia jarang sekali bergabung dengan kami, itu semua karena pekerjaan yang menuntut nia dan juga masalah pribadi diruma nia. setelah 3 bulan kost nia akhirnya kembali kerumah, namun tidak tinggal dengan ibunya melainkan nia tinggal dirumah neneknya yang jarak dari rumahnya tidak berjauhan. nia tidak pernah berbagi cerita pada kami, nia yang kami kenal adalah nia yang tertutup, kepada kami nia hanya bercerita tentang kehidupan nya bersama mega. salah satu teman kami bernama mita mengetahui alasan kenapa nia tidak tinggal dengan ibunya, ternyata nia punya alasan lain karena nia tidak ingin ibunya menikah lagi. mendengar cerita itu kami semua mengerti kondisi nia, dan memahami kondisinya dikantor yang kadang berubah ubah.

suatu hari ketika berangkat kekantor ditengah perjalanan hujan turun sangat deras, tidak hanya kami yang berada dikntr dengan pakaian basah kuyup, nia adalah salah satu orang yang pakaiannya paling basah. keeseokan harinya kami semua masuk angin tetapi kami sudah dikerik dan minum obat, berbeda dengan nia, nia hanya diam saja, 4 hari kemudian nia mulai jatuh sakit nia bolak balik toilet kantor karena perutnya mual dan mengeluarkan semua isi perutnya. kejadian seperti itu terjadi selama 1 minggu, saat itu juga saya melakukan kesalahan dipekerjaan saya, tidak biasanya nia menenangkan saya, dan ketika atasan kami menyalahkan nia atas ke salahan saya, nia pun membela saya dan menyampaikan pada saya jika nanti saya dipanggil atas kesalahan ini, saya harus tetap tenang. keesokan hari nia membawa bekal kekantor dengan lauk sayur bening yang isinya wortel dan kembang kol. dari situ nia menceritakan kepada saya bahwa dia terkana penyakit darah tinggi, nia jg bilang setiap malam nia tidak bisa tidur karena harus menahan lehernya yang sakit. itu hari terakhir nia mask kantor, selama 1 minggu nia tidak masuk dan memberikan kabar pada kita kalau dia juga terkena thypus kita langsung berniat ingin menjenguk tapi lagi lagi nia menghalangi kami karena nia tidak ingin kehiupan dia diketahui oleh kami. kami pun tetap memaksakan kehendak kami untuk menjenguk nia dihari esoknya. sesampai kami dirumah nenek nia, nia tidak ada nia pergi kekampus menyerahkan berkas untuk salah satu syarat kelulusan kuliahnya. dirumah itu kami yang menjenguk disambut oleh kehadiran tante nia, tante yang juga merawat nia disaat nia sedang sakit. tante nia menceritakan pada kami tentang penyakit nia itu, hati saya sangat miris mendengarnya disaat waktu masih belum terlalu malam nia dirawat oleh mega, dan disaat tengah malam nia terbangun nia tetap mandiri menahan sakitnya. ibu nia sama sekali tidak ada disamping nia saat nia sakit.

2 hari setelah itu kami mendapat kabar dari nia, dia masuk rumah sakit usada insani dia juga cerita kalau dia baru selesai menjalani transfusi darah. dan setelah itu keadaan nia membaik. entah kenapa tanggal 13 maret kemarin kami mendapati kabar bahwa nia masuk ruang ICU, sore itu juga unit kami langsung mendatangi rumah sakit usada untuk menjenguk nia diruang ICU, keadaan nia sangat memprihatinkan, semua alat rumah sakit menempel semua di badan nia, nia terkena komplikasi pada paru parunya ada cairan dan jantungnya membengkak. ketika saya masuk dan menemui nia air mata saya tidak tertahan, saya pegang tangan nia dan niapun menggerakan tangannya bermaksud memanggil saya, saat saya menatap dia, dia mengatakan doain saya. air mata saya mengalir deras. saya tidak pernah mengira kalau itu permintaan terakhir nia untuk saya. besoknya sekitar pukul 20.30 kami mendapat kabar dari keluarga nia, kalau nia sudah tidak ada, nia meninggalkan kita untuk selamanya.

kami semua terpukul atas kepergian nia, seakan tidak percaya teman yang sering sama sama dengan kami kini telah tiada.. hilang semua harapan nia untuk menikah dengan mega, karena telah lebih dahulu menghadap yang kuasa.

nia meskipun sosoknya telah tiada, tetapi kehadirannya masih kami rasakan. selamat jalan nia,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment